Lives In Jayapura

Banyak orang di luar Papua yang masih belum tahu tetang Papua,kebanyakan yang mereka tahu adalah bahwa Papau masih tertinggal, masih kanibal, perang antar suku terjadi dan juga tentang PT.Freeport di Tembagapura.  Bahkan pertanyaan paling tolol yang pernah saya ditanya adalah “ makanan kalian di sana apa?”dan pertanyaan seperti “ orang-orang di Papau itu masih telanjang ya?” Pertanyaan pertanyaan sepeti ini memang selalu muncul di kalangan orang orang yang kurang informasi. Lagipula media masa nasional, baik koran maupun televisi cenderung menampilkan berita berita tentang kekerasan dan perang suku  daripada perkembangan pembangunan

Seperti pada awal saya utarakan bahwa mereka yang kurang informasi tentang Papua, mengira bahwa Papua itu sangat jauh terbelakang dengan orang-orangya yang masih primitif   dan telanjang dengan kehidupannya yang jauh dari apa yang ada di bagian lain Indoneia. Padahal jika saya bandingkan, Jayapura dan kota-kota lain di Papua tidak jauh berbeda kehidupannya dengan daerah-daerah lain di Indonesia. Perbedaannya hanyalah akses darat,  Kota-kota di Papua belum bisa di akses melalui jalan darat, akan tetapi bisa ditempuh dengan kapal laut sperti Jayapura, Manokwari, Sorong, merauke, Biak, Serui, Nabire, Timika Fakfak, Raja Ampat, Kaimana, Bintuni, dan Wasior. Sementara Daerah dipegunungan seperti  Wamena, Pania, Enarotali dll, hanya bisa ditempuh dengan menggunakan pesawat. Dikarenakan saya bertempat tinggal di Jayapura sebagai ibukota Provinsi Papaua, saya akan memulai dengan menulis tentang jayapura.

Sekilas Kota Jayapura

Penghuni asli Jayapura terdiri dari suku Tobati, Kayubatu, dan Kayupulo. Berkaiaan dengan Kapan mereka mediami wiliayah Jayapura, belum ditemukan ada satu catatan yang memberikan gambaran secara pasti kapan penduduk asli ini mulai mendiami wilayah Jayapura. Suku-suku ini mendiami wilayah mereka secara sendiri sendiri, bebas dan rukun dalam wilayah mereka.

Jayapura Tempo Doeloe

Catatan mengenai kapan penduduk ini mulai mendiami Jayapura hingga kini belum ada satu literatur yang mencatatnya secara pasti. Sebelum mereka kontak dengan pengaruh luar, suasana kehidupan yang dalam masyarakat tersebut rukun, aman, tenang, dan bebas di dalam wilayah mereka. Perubahan akan wilayah itu mulai nampak ketika kontak dengan masyarakat luar mulai terjadi sekitara tahun 1545 dan pelahan-lahan membawa  kemajuan.

Kontak masyakart di wilayah jayapura ini Masyarakat di Jayapura  dan kontak yang terjadi antara lain dengan bangsa Portugis yang dikenal dengan perjalanan Bartholomeus Diaz, Vasco da Gama, Marco Polo, dan seterusnya. Melalui ekspedi-expedisi inilah yang kemudian membuat orang-orang Eropa menemukan dunia-dunia baru hingga ke Indonesia dan secara khusus Papua. Tidak hanya orang Portugis, orang Spanyol pun pernah menginjkan kakinya di Papua. Ynico de Fretes yang berangkat dari Tidore menuju ke Meksio dengan kapal San Juan, ketika berada Mamberamo, dia lalu memberi nama tempat itu serta orang –orang yang menghuninya dengan sebutan Nova Guinea. Selain itu ada juga penjelajah Alvaro Memdana de Neyra (1567).

Tahun 1768, sebuah rombogan pelaut dari Nantes Perancis yang dipimpin oleh LA bougenville yang berlayar ke teluk Yosdasrso dan sempat berlabuh di sana, Ia lalu memberi nama Gunung Dafonsoro menjadi gunung Cyclops, conon nama ini diambil dari mitologi orang Yunani.  Jayapura juga disebut sebagai Holandia, dari kata Hole yang berarti “ kolam”dan Land ang berarti “Tanah”.Istilah ini digunakan untuk menyebut geografi jayapura yang membentuk teluk, dan lekuk lekuk bukit. Nama Jayapura sekarang  telah mengalami pergantian nama sebanyak empat kali berawal dari Hoalladia kemudian Kotabaru (tahun 1963-1969) lalu Soekarnopura (tahun 1969-1975) dan Jayapura (1975-sekarang).

Kehidupan Kota di Jayapura

Kehidupan di kota relatif sama dengan kota kota lain di Indonesia tetapi orang lain mengatakan bahwa biaya hidup di Jayapura dan Papua cukup tinggi dibandingkan dengan kota-kota lain di Indonesia sperti pulau Jawa (Yogyakarta, Bandung, Jakarta, dll). Jika saya coba memperkirakannya dengan standar hidup minimal untuk satu orang kira –kira sebagai berikut :

*** 

Rincian ini hanyalah perkraan biaya hidup minimal perbulan , tetapi jumlah ini bisa jadi lebih kecil atau bisa lebih besar tergatung gaya hidup individu. Untuk makan perhari saya mengambil standar hitungan harga  seporsi nasi +ayam di rumah makan padang yang tersebar di kota Jayapura. Jumlah sebesar itu mungkin akan lebih kecil jika memilih untuk memask sendiri sebab banyak bahan makan murah dan segar tersedia di pasar tradisional.

 

Transportasi dan Akomodasi

Merpati Nusantara Airline 

Untuk bisa sampai ke Jayapura, bisa ditempuh dengan pesawat udara dan kapal laut, tergantung kesukaannya dan tetap mempertimbngkan isi kantong sebab dengan pesawat harganya lebih mahal berkisar antara Rp.1.700.000 hingga 4.000.000. Ada beberapa maskapai penerbangan yang melayani pernerbangan ke Jayapura dari Jakarta, yaitu Garuda Indonesia, Merpati Nusantara Airlines, Batavia Air, Lion Air, Express Air, Trigana Air. Maskapai-maskapai penerbangan ini melayani rut eke jayapura dari seluruh indnesia (Yogyakarta, Surabaya, Makasar, Ambon dan Bali.dll), jadi cukup mudah untuk menjangkau Jayapura. Hampir semua penerbangan ke Jayapura dari wilayah Barat akan transit melalu Bandara Hassanadin Makassar. Dan untuk ke Jayapura, ada berbagai rute dari, ada yang melalui Biak-Jayapura- Jayapura, ada juga Makasara- Sorong-Manokwai- Jayapura, ada juga Makasar- Timika- Jayapura, ada juga Maksara- Jayapura. semuanya tergantung pilihan anda. Mungkin bagi anda yang baru pertama kali ke Papua, agar bisa merasakan bagaimana luasnya Papua sekaligus  menikmati sedikit kota-kota di Papua meski hanya di Bandara, mungkin anda harus memilih rute terbang yang bereda waktu pergi dan pulang, tetapi sekali lagi smua itu tergantung pilihan anda sebab biasanya ada perbedaan harga ticket untuk jalur yang berbeda.

 

Pelabuhan Jayapura 

JIka memilih ke Jayapura dengan menggunkan Kapal laut, maka ada beberapa kapal PELNI yang menyinggahi pelabuhan-pelabuhan di Papua hingga nantinya berakhir di Jayapura, tentunya perjalanan yang cukup panjang sekitar 7 hari perjalanan jika anda memilih berangkat dari Tanjung perak Surabaya atau Tanjung Priok Jakarta. Anda akan menyinggahi berbagai pelabuhan di Indoneisa hingga ke Ambon,atau Bitung  dan menuju Papau. Kapal PT. PELNI sendiri memiliki di Papua ada dua rute, ada yang menyinggahi pelabuhan- pelabuhan laut di Peisir selatan Papua seperti ( Kaimana, Fakak dan Sorong) ada pelayaran yang memilih masuk ke Papua melalui Pelabuhan Sorong lalu melanjutkan ke Jayapura. Berikut ini adalah rute beberapa kapal PELNI yang melayani rute Papua dan Irian Jaya barat

KM. NGAPULU

Jakarta – Surabaya- Balik Papan-Pantolon-Bitung-Ternate-Sorong-Manokwari Nabire-  Serui-Biak – Jayapura

KM.LABOBAR

Makasar –Sorong- Manokwari – Jayapura – Nabirei

KM.SINABUNG

Jakarta-Maksar-Baubau-Banggai-Bitung-Ternate-Sorong-Manokwari-Nabire –Serui-Biak-Jayapura

KM.DOROLONDA

Makasar Kupang-Ambon-Fakfak-Sorong-Nabire-Jayapura-Serui

KM.KELIMUTU

Maksar-Bitung-Sorong-Kaimana-Timika-Merauke-Tual-Saumlaki-Ambon-Wanci-Baubau

KM.TATAMAILAU

Tual-Timika-Merauke-Kaimana-Sorong-Fakfak

JIka menghitung biaya, maka tentu biaya ticket Kapal Laut Lebih Murah di bandungkan Kapal udara, hanya saja di atas kapal selama 7 hari dan keperluan anda selama 7 hari perjalanan patut dipertimbangkan, bisa jadi biaya yang anda habiskan di kapal, Ngopi, makan, rokok bagi yang merokok, selama 7 hari  cukup besar setara setara ticket pesawat Jakarta Jayapura sebab makanan dan minuman di Cafetaria cukup mahal.

>> Baca juga Lives in Jayapura (part 2)